Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Rangkuman Buku "Simbolisme Jawa"

Jawa sebagai salah satu suku di Indonesia memiliki beragam simbol dalam mengutarakan atau menyampaikan suatu maksud. Simbol tersebut dapat tertuang dalam bentuk yang beragam, misalnya peribahasa dan kegiatan masyarakat. Buku berjudul Simbolisme Jawa karangan Budiono Herusatoto yang terbit pada 2008 dan berisi 216 halaman sebagai gambaran yang merangkum hakikat simbolisme dan kegunaan simbolisme Jawa, khususnya bagi masyarakat Jawa.

 

Gambar Buku Simbolisme Jawa

Sumber: http://penerbitombak.com/wp-content/uploads/2017/09/Simbolisme-Jawa.jpg

Kebudayaan terdiri dari dua kata, yaitu budi dan daya, merupakan wujud tingkah laku masyarakat berupa nilai, norma, gagasan, peraturan, dll. sesuai akal dan karya manusia. Unsur-unsurnya yaitu sistem religi, organisasi masyarakat, pengetahuan, bahasa, seni, mata pencaharian, peralatan, dan teknologi.

Simbolisme adalah tanda/ ciri/ pengantara pemahaman terhadap suatu objek. Contoh, warna putih merupakan simbol dari kesucian. Simbol disepakati oleh suatu kelompok masyarakat dan merupakan perkembangan lebih lanjut dari bahasa sebagai pengangkut informasi. Contoh, ajisaka sebagai simbol Jawa untuk mengingat perhitungan tarikh/perhitungan Jawa (Saka). 

Dalam kebudayaan Jawa, banyak digunakan simbol untuk menyampaikan suatu maksud, entah itu dari kata-kata maupun tindakan. Upacara-upacara keagamaan dilakukan untuk suatu maksud. Misalnya, upacara Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan simbol untuk memeringati maulid nabi. Selain itu, simbol Jawa banyak ditemukan lewat kata-kata/ peribahasa/ pitutur yang berisi nasihat di dalamnya, misalnya jer basuki mawa beya; tepa slira; sapa gawe nganggo, sapa nandur ngunduh; tega larane, ora tega patine; wong temen ketemu, wong salah seleh; dan ngono yo ngono, yo mbok ojo ngono.

Semua sistem sosial dan adat istiadat Jawa telah diatur sedemikian rupa untuk mewujudkan masyarakat yang luhur dan sejahtera dengan melihat dan menerapkan simbol-simbol Jawa yang telah ada dan dipersiapkan oleh nenek moyang untuk mengatur kehidupan agar berada pada jalan yang benar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...