Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi. Seorang ...
Tiba-tiba keinginan itu datang. Datang dengan bertubi-tubi dan mendesal-desal seolah ingin dipuaskan. Ketika hati dan pikiran saling bertubrukan taktentu arah. Logika telah mengingatkan untuk tak memuaskan keinginan, namun banyak pihak dari diri tidak menerima usulan tersebut. Alhasil, setelah tiga hari lamanya, dibelilah dua buah barang untuk mengentaskan keinginan. Tiga hari kemudian barang tiba. Barang tiba terlihat berukuran kecil dari bungkusnya. Dalam benak sudah tentu mengetahui maksudnya. Barang salah! Betapa ukuran yang dipesan tiba-tiba menciut dua kali lipat dari bentuk semula. Ngilu. Nyeri. Pihak pengirim segera dihubungi. Balasan lama dan tak kunjung pasti. Segera diputuskan oleh si penerima untuk mengakhiri penungguan yang tak pasti. Memberi ujar pada si pengirim pabila kesulitan memenuhi permintaan si penerima, tak usahlah diperpanjang. Adakah ini sebuah teguran? Untuk keinginan yang jelas-jelas masih bisa ditunda untuk waktu yang cukup lama. Adakah ini sebuah pert...