Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Batin Saya dengan Anda

Saya tak sengaja, atau mungin sedang sengaja Merindukan orang maupun membencinya Saya ingat lekat kenangan baik juga buruk Saya renung keras lalu lahirlah kesan dan membekas Entah itu membuat jengkel Entah tersakiti Atau juga yang membuat saya selalu jatuh cinta Sekali lagi saya tak sengaja, atau mungkin sengaja Membatin seseorang Yang sebenarnya tiada ingin saya tengkari Hanya saja saya yang selalu bertengkar dengan batin saya Aneh! Beberapa dari mereka datang Menghampiri saya Mengajak berdamai Ya hanya beberapa Anehnya lagi Saya masih belum merasa puas masih mengganjal Anda, orang yang saya tuju sejak lama Sekalipun tiada menghampiri saya bahkan menghubungi saya Jelas! Ini tak adil Beberapa mereka datang sedang Anda tidak Mengapa? Mengapa bukan Anda?

Syair Sang Jeda (2)

Jeda merenung pikir perlahan Akan kebenaran isi suratan Waktu tiada bisa ditahan Biarkan ia terus berjalan           Jeda berhenti diam mematung           Dalam hatinya riuh bertarung           Tidak kuasa ia membendung           Tumpahlah tangis bergulung-gulung Tertusuk-tusuk luka menyengat Rasakan sakit amat menyemat Bertubi-tubi kian menyayat Inikah derita pahit teramat

Ketika Cinta Menganga

Pada puisi kali ini, saya ingin membagikan sebuah kisah tentang cinta. Ya, lagi-lagi cinta. Cinta memang tak ada habisnya untuk dibahas. Bercerita tentang seorang gadis dalam mengarungi rangkaian perasaan dan balasan cinta yang ingin didapatkannya terhadap sosok pemuda/kekasihnya, beserta lika-liku peristiwa yang membelenggunya. Bertemu dengan tiga pemuda dengan rangkaian kisah yang bisa dibilang melankolis. Bagaimanakah akhir kisahnya? (Tulisan ini pernah dikirimkan pada sebuah event lomba menulis dan menjadi hak penulis.) Selamat membaca! Aliran darah memanas seketika Gemuruh hati menggebrak gelora Senyum tertarik pipi meninggi Terbuka binar mata nan lebar Saat itulah pertama bermula Sepercik rasa pembuka kisah Berangsur tumbuh lagi mengembang Semakin mengakar cengkeram rasa Akal melemah rasa menguat Langkah terpilih seizin rasa Ketika lama membalas pesan Gerutu hati meloncat-loncat Tiada kabar galau merasuk Lama menanti cemas berlebih Te...

Komitmen

Suatu janji ‘Tuk ditepati Tak dipungkiri Susah jalani           ‘Pabila tiba           Tempo menagih           Jawab serempak           Telah jalani Jalankan laku Atas pedoman Janji selalu Harus dijunjung           Orang bersungguh           Nyata bertindak           Orang taksungguh           Palsu bualan Hanya mereka Berteguh hati Bisa lalui Segala janji