Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi. Seorang ...
Pada puisi kali ini, saya ingin membagikan sebuah
kisah tentang cinta. Ya, lagi-lagi cinta. Cinta memang tak ada habisnya untuk
dibahas. Bercerita tentang seorang gadis dalam mengarungi rangkaian perasaan
dan balasan cinta yang ingin didapatkannya terhadap sosok pemuda/kekasihnya, beserta
lika-liku peristiwa yang membelenggunya. Bertemu dengan tiga pemuda dengan
rangkaian kisah yang bisa dibilang melankolis.
Bagaimanakah akhir kisahnya? (Tulisan ini pernah dikirimkan pada sebuah event lomba menulis dan menjadi hak
penulis.) Selamat membaca!
Aliran darah memanas seketika
Gemuruh hati menggebrak gelora
Senyum tertarik pipi meninggi
Terbuka binar mata nan lebar
Saat itulah pertama bermula
Sepercik rasa pembuka kisah
Berangsur tumbuh lagi mengembang
Semakin mengakar cengkeram rasa
Akal melemah rasa
menguat
Langkah terpilih seizin
rasa
Ketika lama membalas
pesan
Gerutu hati
meloncat-loncat
Tiada kabar galau
merasuk
Lama menanti cemas
berlebih
Terpikir selalu setiap
waktu
Membelenggu hebat pada
pikiran
Suatu hari cerita berhenti
Ketaksamaan hadir di keinginan
Yang satu ingin terus bersama
Satunya tiada berkepastian
Yang satu menangis tersedu-sedu
Kandas bercita hati meroboh
Yang satu tiada memedulikan
Pergi menjauh dari hadapan
Apakah ini yang dinamakan
Cinta dimaksud kedua orang
Mengapa pisah menjadi kabar
Akhir cerita sebuah rasa
Hari berganti tahun
berganti
Yang satu tetap
mengingat nama
Pada diri seorang gadis
Ratapan tangis tiada
habis
Tiada lama kabarpun
datang
Mempertemukan kedua
orang
Hati tersenyum
hilanglah susah
Ratapan tangis pupus di
badan
Senyum terukir teramat cepat
Secepat elang menyambar mangsa
Kekasih pergi tanpa alasan
Tinggalkan luka teramat dalam
Kembali hujan turun perlahan
Basahi pipi seorang gadis
Begini nasib yang dijalani
Harapan lenyap menjelma abu
Gadis berniat rapikan tangis
Berjuang buka lembaran baru
Walau di relung terdalam hati
Tiada ingin orang yang baru
Seorang pemuda berbudi
baik
Bertingkah polos lagi
rupawan
Menarik hati milik sang
gadis
Alihkan pandang pada
dirinya
Satu persatu pesanpun
sampai
Senyum terukir akrab
terjadi
Namun dalam benak
pemuda
Tak menjerumus sedikit
rasa
Gadispun tahu kabar
terbaru
Retakkpun tiada
terbendung lagi
Kedua kali mengharap
kasih
Tiada sampai melipur
hati
Ingatan lama terputar lagi
Pada sosok semula hati
Namun urung ia lanjutkan
Daripada sesak di kemudian
Berdiri menatap lanjutan pandang
Pulihkan hati sibukkan diri
Pemuda ketiga datang hampiri
Ingin mengenal sosok sang gadis
Dekati gadis dengan
perlahan
Berharap gadis membuka
hati
Namun gadis belum
membalas
Masih tersayat cinta
yang kandas
Kawanpun ajak bicara
gadis
Kesempatan perlu untuk
diberi
Gadispun paham coba
lakukan
Membuka hati dengan
perlahan
Semakin lama senyum
terpancar
Merekah hebat subur
tercipta
Mulai tinggalkan
kenangan lama
Menyulam kisah dengan
yang baru
Mantapnya hati terus diuji
Adakah setia tetap temani
Angin berbisik pohon ‘kan roboh
Diterjang topan yang cukup kencang
Benar adanya bisikan angin
Kabarpun datang menyulam duka
Pemuda tiada bisa lanjutkan
Perihal rasa pada sang gadis
Malang nasib malang
cerita
Kecewa berat terima
nyata
Adakah pada hati mereka
Rasakan sakit amat
menjepit
Bertubi-tubi ingatan
singgah
Putar seluruh rekam
yang ada
Sesak meradang mengoyak
dada
Membuat ngilu seisi
jiwa
Pahit benar jalan cerita
Ingin bersama tiada dapat
Begini laku kisah sang gadis
Belum temukan kasih sejati
Hati nan pilu bertambah pilu
Luka berdenyut membuat ngilu
Mencabik-cabik menembus segala
Lara menjalar ke mana-mana
Siapa akan bisa
mengobat
Luka nan dalam perih
menganga
Duduk bersimpuh
tengadah tangan
Memohon ampun pada
Pencipta
Badai tak sungkan
mampir selalu
Goyangkan iman oyakkan
lara
Kuatkan hati teguhkan
iman
Dari kejaran badai yang
lalu
Suatu malam gadis berdoa
Menceritakan segala lara
Tiada lama gadis tertidur
Dalam mimpinya bertemu bunga
Bunga melati harum mewangi
Berwarna putih tiada noda
Sang gadis bangun dari tidurnya
Pahami ilham setangkai bunga
Sang gadis kini
mengubah diri
Benahi akhlak benahi
segala
Cinta menganga yang
benar adanya
Adalah halal dengan
kekasih
Komentar
Posting Komentar