Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.

            Seorang gadis bernama Sisi memiliki penyakit lesbian. Dia merupakan gadis pintar, polos, dan tertutup. Ia menjalin hubungan asmara bersama teman wanitanya yang juga lesbian bernama Airin. Saat diketahui Airin memiliki pacar bernama Frans, Sisi merasa hatinya tergores.

            Menjadi seorang dokter adalah cita-cita Sisi. Selama menjadi asisten dokter, ia tekuni dengan penuh kesabaran di tengah seringnya mendapat amarah dari dokter atas pekerjaannya saat melakukan operasi. Sisi diam-diam disukai oleh temannya sendiri yang juga calon dokter bernama Handi, seorang mantan ketua senat di kampusnya. Handi memilih Sisi sebagai pasangannya yang juga cinta pertamanya. Handi kemudian menikahi Sisi.

            Sisi menerima Handi karena ia ingin menjadi wanita terhormat dan menutupi aibnya pada dunia walau di hati kecilnya, cintanya sesungguhnya hanya untuk Airin. Memiliki sorang anak bernama Pipie adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup Sisi selama menjalani hari-harinya bersama mertua yang begitu sensitif. Mertuanya menganggap semua hal yang dilakukan menantunya selalu salah.

            Sering terjadi konflik antarketiga orang di rumah (Handi, Sisi, dan mertua), hingga suatu ketika Sisi harus dijebloskan ke penjara dengan tuduhan pembunuhan terhadap adik iparnya yang merupakan bandar narkoba. Sisi dibebaskan atas kesaksian dari Airin yang bersamanya pada saat pembunuhan terjadi. Kedok Sisi terungkap dan Handi menceraikannya.

            Untuk terakhir kalinya sebelum Sisi meninggalkan rumah, ia mengecup kening anaknya dan akan pergi ke daerah pelosok entah di mana ia akan diterima dan mengabdi sebagai seorang dokter. Ketika itu pula Airin berangkat ke Amerika menggunakan pesawat.


Komentar

Novel dengan tema percintaan yang tidak lazim terjadi, menjadi kisah yang dapat dibungkus dengan baik oleh sang penulis. Mira W. mampu menyisipkan fakta bahwa di kehidupan yang dianggap normal ini ada mereka yang perlu diperhatikan. Masyarakat tidak bisa menghakimi begitu saja sifat lain sesorang sebelum mendalami keadaannya. Apabila tergolong penyakit, dari segi medis dapat memberikan pertolongan penanganan bagi penderita. Dilihat dari segi sosial, masyarakat hendaknya lebih peduli dengan tidak memberikan perlakuan dan kata-kata kasar terhadap orang tersebut, menerima dan memperlakukannya sebagai bagian dari masyarakat. Apabila orang yang dimaksud berupaya untuk sembuh dan terbebas dari penyakitnya, hendaknya keluarga, kawan, sanak saudara, tetangga, dan siapapun, turut membantunya, memberikan dorongan semangat dan kebaikan. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi diri, apabila dapat dicegah hendaknya masing-masing pihak terkait saling bekerja sama. Apabila sudah telanjur, hendaknya disikapi dengan bijak. Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, tetapi manusia selalu bisa mengupayakan kesempurnaan itu di tengah gelombang arus permasalahan yang biasa muncul dengan cara tak terduga. Lalu, bagaimana pendapatmu, Sobat Ye? Ya, bagaimana jika kupanggil kamu, wahai pembaca blog sederhana ini dengan sebutan Sobat Ye? Terdengar cukup asyik bukan? Silakan berkomentar, Sobat Ye! Jika tidak, siapa tahu kita bisa berdiskusi secara langsung. Atau, tidak masalah tidak perlu ada diskusi. Tidak ada masalah, tidak ada diskusi. Benar begitu? Wah, sepertinya sekian untuk tulisan ini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Salam literasi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...