Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Kata dan Angka | Cerpen

  Menangkap. Bagaimana saya bisa menangkap. Ketika semua lewat dan saya diam. Saya biarkan. Lewat ya lewat sana. Mau marah silakan. Mau puji silakan. Mau ngajak kerja sama? Ogah! Lhoh kok mbesengut. Lha gimana, wong saya hanya wong. Kok mau diajak kongkalikong. Ya nggak bisa. Takut saya. Bagaimana nanti tanggapan orang tua saya, saudara, tetangga, teman, dan lainnya. Wong saya ndak berhak kok diberhak-berhakin. Anda ngancam? Silakan. Hidup ini bukan sekadar hidup. Kita dilahirkan untuk berbuat baik, tapi tidak dengan kerja sama. Apa gunanya kerja sama kalau untuk memburu keping emas? Ya, saya tahu. Apapun barang bisa dibeli dengan keping kesilauan itu. Tapi, mbokya dipahami. Kalau mau beraksi, pikir-pikir dulu. Apa efeknya. Ada nggak. Kita ini hidup cuma sekali. Bukan spidermen, supermen, yang bisa sleat-sleot menghindari kejaran peluru. Lhoh jangan-jangan Anda memang maunya jadi super hero. Boleh. Silakan. Nggak ada yang nglarang. Anda tanya saya, pengen jadi apa? Apa pen...

Cengeng! | Cerpen

Sesuatu yang kukira lebai di sinetron, menceritakan seorang wanita yang mati-matian mengejar pria yang dicintainya padahal si pria sudah memilih wanita lain yang dicintainya, wanita tersebut tetap saja tidak terima, menangis, meraung, merana, dan me- yang lainnya seakan tiada pria lain selain yang diincarnya yang lebih baik dan lebih segalanya. Aku heran, kok ada wanita seperti itu. Payah! Cengeng! Ketika kuberkunjung ke rumah kawanku bersama kawanku yang lain, tiba-tiba tak lama setelah itu, datang seorang pemuda. Mereka berbicara serius di luar pagar. Aku dan kawan di sebelahku hanya duduk diam dan memantau dari ruang tamu. Motor pergi, tangis pecah. Gedubrak pintu mengagetkanku. Kawan yang kudatangi rumahnya, masuk kamar dengan membanting pintu. Entah apa yang dilakukannya di dalam kamar, batinku, payah! Cengeng! Mencintai dan dicintai adalah dua hal yang berbeda. Banyak kalimat romantis yang terangkai dalam memaknai keduanya. Bagiku, mencintai adalah keikhlasan memberikan yang...

Mengambang lalu Retak

  Apa arti pertemuan kala temu tak kunjung didapat. Apa arti menyukai kala kesibukan selalu mengajaknya berdansa. Aku tak tahu jalan pikirannya. Semua terasa cepat. Sambutan hangat dan ramahku tak bertahan lama di pelupuk hatinya. Dia yang menawarkan tangannya, dia pula yang mendiamkannya. Sore ini langit kelabu. Mataku terbuka, pikiranku menerawang. Adakah dia tetap menempatkan diriku pada hatinya? Ataukah terjadi sesuatu yang perlu dia selesaikan dan harus menjauhkan komunikasinya denganku. Aku tidak sekalipun bisa memahaminya. Ia dengan mudahnya mendekat kemudian menjauh. Motif apa yang sebenarnya ia genggam? Kebahagiaan yang selalu memercik membuat tindakan keseharianku bersemangat. Rasanya ingin selalu menari dan bernyanyi dan menunjukkan pada dunia bentuk senyumku dan binar mataku. Ke mana bisa kucari obat kala retak semakin menjadi di pelupuk hati. Sebuah keadaan yang tiba-tiba berubah, membuat goncangan, menyentuh perasaan, menggelindingkan bulir air mata, merapuhka...