Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi. Seorang ...
Percikan air turun ke bumi, terjun menubi basahi tanah. Akar menyerap, puas dapati. Gembira ria batang sampaikan. Angin meliuk sana ke mari, sebar-menyebar suhu yang rendah. Serendah kisah yang telah lalu. Rendah dan indah kuat memayung. Keletuk-keletuk jatuh berirama. Membawa sangka irama kisah. Akan tahankah diri tuliskan. Beberapa buah yang mungkin taksedap. Ranting yang patah, jatuh melapuk. Tergeletak tenang di tepi jalan. Terseret-seret, tersendal-sendal, segala angan yang telah terpendam. Menggalinya kembali bukanlah mudah. Perlu kuasai emosi diri. Tetapi desak semakin menyesak. Terima semua dan berserah diri. Deretan itu masih rapi tertata. Takkusesalkan yang sudah jadi. Bukankah abu masih miliki. Manfaat untuk bersihkan panci? Udara, daun, bersimbiosis. Bulir air teduh temani. Pada daun dan reranting pagi. Tipis berkumpul buram tutupi. Kudorong kaki pada pedal bergantian. Cengkeram kuat kuasai kemudi. Duduk manis tatapi laju. Ti...