Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Cerbung 1-Bertemu

      Percikan air turun ke bumi, terjun menubi basahi tanah. Akar menyerap, puas dapati. Gembira ria batang sampaikan. Angin meliuk sana ke mari, sebar-menyebar suhu yang rendah. Serendah kisah yang telah lalu. Rendah dan indah kuat memayung. Keletuk-keletuk jatuh berirama. Membawa sangka irama kisah. Akan tahankah diri tuliskan. Beberapa buah yang mungkin taksedap. Ranting yang patah, jatuh melapuk. Tergeletak tenang di tepi jalan. Terseret-seret, tersendal-sendal, segala angan yang telah terpendam. Menggalinya kembali bukanlah mudah. Perlu kuasai emosi diri. Tetapi desak semakin menyesak. Terima semua dan berserah diri. Deretan itu masih rapi tertata. Takkusesalkan yang sudah jadi. Bukankah abu masih miliki. Manfaat untuk bersihkan panci?         Udara, daun, bersimbiosis. Bulir air teduh temani. Pada daun dan reranting pagi. Tipis berkumpul buram tutupi. Kudorong kaki pada pedal bergantian. Cengkeram kuat kuasai kemudi. Duduk manis tatapi laju. Ti...

Menyelami Keindahan Senja melalui Negeri Senja

(Gambar Cover Novel Negeri Senja ) Senja adalah harmoni warna jingga, kuning, emas, merah muda, dan ungu, yang membentang angkasa barat dengan pesona mengambang di cakrawala. Keindahan ini tersangkut pada benda berbentuk persegi panjang selebar 14cm x 21cm dengan tebal mendekati 2cm yang dikarang oleh salah satu tokoh Nusantara beraksara delapan belas. Pikiran yang luas membawa beliau berbagi tentang keindahan senja yang dituangkan dalam buku berjudul Negeri Senja . Salah satu kutipannya, “Hidupku penuh dengan kesedihan-karena itu aku selalu mengembara.” Seorang pemuda yang terus melakukan perjalanan hingga sampaillah ia di sebuah negeri bernama Negeri Senja. Negeri yang tidak pernah melalui pagi, siang, bahkan malam, melainkan hanya senja tatkala matahari setengahnya tersangkut di cakrawala dengan semburat keemasan dan ungu muda. Sang pengembara dihadapkan pada persoalan kehidupan rakyat Negeri Senja yang diselimuti oleh kegelapan penguasa bernama Puan Tirana Sang...