Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Menyelami Keindahan Senja melalui Negeri Senja



(Gambar Cover Novel Negeri Senja)

Senja adalah harmoni warna jingga, kuning, emas, merah muda, dan ungu, yang membentang angkasa barat dengan pesona mengambang di cakrawala. Keindahan ini tersangkut pada benda berbentuk persegi panjang selebar 14cm x 21cm dengan tebal mendekati 2cm yang dikarang oleh salah satu tokoh Nusantara beraksara delapan belas. Pikiran yang luas membawa beliau berbagi tentang keindahan senja yang dituangkan dalam buku berjudul Negeri Senja. Salah satu kutipannya, “Hidupku penuh dengan kesedihan-karena itu aku selalu mengembara.”

Seorang pemuda yang terus melakukan perjalanan hingga sampaillah ia di sebuah negeri bernama Negeri Senja. Negeri yang tidak pernah melalui pagi, siang, bahkan malam, melainkan hanya senja tatkala matahari setengahnya tersangkut di cakrawala dengan semburat keemasan dan ungu muda.

Sang pengembara dihadapkan pada persoalan kehidupan rakyat Negeri Senja yang diselimuti oleh kegelapan penguasa bernama Puan Tirana Sang Penguasa yang Buta. Dua ratus tahun kekuasaannya dengan tidak memperbolehkan rakyatnya memiliki gagasan, termasuk mimpi. Tidak hanya terkenal bengis, ia pun mampu memenjarakan roh orang yang telah mati. Bukan tanpa perlawanan, perlawanan datang dari berbagai penjuru yang salah satunya dari Kaum Fakir. Terdapat pula kelompok bernama Komplotan Pisau Belati yang dikenal jitu dalam taktik mengelabuhi dan memberantas musuh. Namun, lama-kelamaan mereka berkembang menjadi penyedia jasa bagi siapapun yang mampu membayarnya dengan kepingan emas.

Pembunuhan dan pembantaian adalah satu-satunya jalan membekap siapa saja (yang dicurigai) di negeri berpenduduk diam dan terasing ini. Banyak mata-mata yang tidak hanya setia, tapi juga mendua (khianat). Suatu ketika, di tengah kobaran pembantaian, sang pengembara dititipi sebuah benda mirip Kotak Senja oleh seorang Kaum Fakir. Benda itu hanya dititipkan tanpa boleh dibuka dan harus berada di dalam lingkaran Negeri Senja.

Cerita diakhiri dengan 3 hal epik. Pertama, pemberontakan terhadap Tirana yang menyebabkan kekasihnya (Guru Besar) meninggal, menyulut kemarahannya dan meluluhlantakkan kota. Kedua, Kuil Matahari yang semula dinamai sebagai tempat ibadah, berganti menjadi sebuah Pasar Malam. Ketiga, pengembara akhirnya meninggalkan Negeri Senja dengan mengembalikan benda yang pernah dititipkan padanya ketika berada di gardu penjagaan perbatasan Negeri Senja. Apakah yang terjadi pada matahari (senja) di Negeri Senja selanjutnya? (Mohon maaf, silakan dicari sendiri pada halaman terakhir buku). Pengembara sangat apik dalam mengakhiri ceritanya di Negeri Senja.

Semua hal yang kuceritakan di atas sama sekali hanyalah gambaran kecil tentang cerita. Apabila Dikau tidak berkeberatan, silakan menelusuri detail kisahnya pada benda berbentuk persegi panjang selebar 14cm x 21cm dengan tebal sekira 2cm. Akan banyak kejutan yang Dikau temui!

4 amanat yang bisa saya dapatkan
  1. Kekuasaan otoriter membuat rakyat sengsara, terbebani, dan melakukan pemberontakan.
  2. Fokus dengan yang perlu dipikirkan. Lihat pada cerita saat pengembara terjepit diwawancarai di penjara oleh Pengawal Kembar tentang keberadaan benda yang dicari.
  3. Menjadi pendengar serta penulis yang baik lebih baik daripada banyak omong karena beberapa bilah pisau bisa kapan saja meluncur.
  4. Segala bentuk yang terlihat indah dari penangkapan panca indra bernama mata, tidak selalu membawa kebahagiaan. Di dalamnya bisa tersimpan luka dan derita
Judul Buku: Negeri Senja
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit: Cetakan pertama 2003

#senja #pasir #pengembara #SGA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...