Tiba-tiba saja aku ingin menulis. Bunga matahari adalah bunga utama yang ada di buket yang kupegang pada foto itu. Di antara bunga-bunga yang lain, bunga matahari menjadi bunga tercantik. Ukurannya yang besar, bentuknya yang bundar, dan perpaduan warna cokelat dan kuning yang menarik, membuat daya tarik bunga matahari kusebut sebagai ratu bunga pada rangkaian buket bunga tersebut.
Foto itu diambil bulan Agustus, saat nuansa peringatan hari kemerdekaan masih kental. Di kanan kiri sepanjang gedung berkibar bendera merah putih. Kali itu aku sangat ingin membeli buket bunga. Buket bunga biasa dibeli untuk momen-momen spesial, seperti seminar proposal, sidang skripsi/tesis/disertasi, dan kemenangan dalam sebuah kompetisi.
Saat itu, aku tidak sedang berada dalam momen itu. Yang kumau, aku memegang buket bunga kesukaanku. Aku menyadari bahwa harga buket bunga lumayan mahal, tetapi untuk kemauan yang tidak terbendung, kuikhlaskan sebagian uangku untuk ditukar dengan itu.
Setelah kulihat keindahan bunga yang dirangkai sedemikian rupa dengan perpaduan beberapa jenis bunga, yakni bunga matahari, mawar, gompie, dan bunga pengisi, yakni statice kuning, serta dedaunan pengisi, yakni eucalyptus silver dollar dan caspea, ditambah pengemasan dengan kertas tisu dan kertas cellophane hitam nan rapi, serta dua pita berwarna hitam dan kuning, membuat hatiku gembira bukan main. Aku bersyukur, aku telah memilikinya! Kupegang dengan hati-hati dan kuarahkan posisinya agar tertangkap kamera dengan cantik.
Foto itu adalah salah satu potret momen indah dalam hidupku. Aku tidak perlu menunggu momen besar untuk mendapatkan buket bunga pilihanku. Aku menghargai proses yang selama ini aku kerjakan untuk meraih momen besar.
Apresiasi terhadap usaha yang telah diri lakukan kurasa penting. Salah satu poin penting yang kuperoleh dari belajar tentang mindfulness, yakni be grateful, always learning, dan be positive. Satu dari ketiga hal itu, be grateful, sangat cocok untuk situasiku saat itu. Aku bersyukur atas apa yang aku miliki, aku peroleh, aku capai. Walaupun aku belum mendapatkan target besarku, aku menghargai rangkaian usaha untuk meraihnya dan bersyukur bisa sampai di titik itu. Aku memperhatikan bunga yang kupegang, kuamati masing-masing mahkotanya, kuperhatikan keindahan bentuknya, saat itu aku juga sedang menerapkan mindfulness. Sungguh menyenangkan dan membahagiakan!
Kuucapkan terima kasih kepada perangkai buket itu. Beliau bisa mengombinasikan jenis dan warna bunga hingga terwujud rangkaian yang cantik dan indah dalam buket. Kubeli buket bunga tersebut di salah penjual bunga atau yang biasa dikenal dengan florist, tepatnya di ssasydesign florist.
Kuucapkan terima kasih pula kepada sahabat-sahabatku yang telah mengantarku mengambil buket ke tokonya dan mendokumentasikanku bersama buket tersebut. Atas dukungan mereka, buket bunga bisa terbawa dengan aman sampai tujuan dan bisa terpotret dengan sempurna.





Komentar
Posting Komentar