Sebuah keputusan diambil dan dilakukan tanpa memikirkan terlebih dahulu efek dari yang mungkin timbul? Bergantung pada kekuatan yang ada dalam diri, fisik dan batin. Namun, apakah hal-hal yang tidak bisa bisa dicegah dan menjadi sebuah kebiasaan adalah kesalahan pikiran? Bisa jadi!
Untuk dapat bertindak kita butuh ilmu. Butuh tahu, butuh paham, butuh pandangan. Tidak bisa kita hanya menimbang dengan kata sepertinya. Mengapa?
Sepertinya ini tak akan apa. Sepertinya aman-aman saja. Sepertinya ya akan kembali sendiri. Sepertinya itu bukan hal buruk. Sepertinya bolehlah diteruskan. dan sepertinya sepertinya yang lain.
Hari ini aku kembali menemui ruangan itu. Ini adalah kali ketiga. Di sana aku diberi sejumlah pertanyaan. Lawan bicaraku memberi tindakan dan setelah itu aku keluar dengan pemahaman, "Hal ini terjadi karena kata sepertinya".
Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Benar-benar kalimat yang terlihat sederhana, tapi maknanya jangan ditanya. Aku telah menanamnya dan kini aku menuainya. Yang kutanam dan yang kutuai mungkin bukan hal bagus karena bibit yang kutanam adalah bibit yang buruk.
***
Sebuah tongkat mini berselimut putih halus kanan kiri pada setiap ujungnya adalah benda kesukaanku. Ukurannya yang mungil dan kehalusan ujung teksturnya membuat bagian dari tubuhku mudah untuk menerimanya. Tidak berhenti sampai di situ, jari-jariku turut gemas dengan sensasi saat melakukan gerakan berulang di lokasi tersebut.
Tidak berselang lama, rasa gatal muncul. Cara menanganinya ya digaruk. Gatal garuk. Gatal garuk. Garuk garuk. Terus terus, sampai...
***
Ruangan ini lagi. Sepertinya ini tidak parah. Kulaporkan hal-hal sederhana yang kusimpulkan dari pikiran sepertinya. "Hanya ada suara angin, nyeri tapi tidak apa karena sedikit, jarang, dan bisa saya atasi". Semprotanpun dimulai. Rasanya seperti kembali menemui kenyamanan yang luar biasa.
Seusai di rumah, aktivitas berjalan normal tanpa gangguan. Malam hari, suara angin itu tiba. Berlanjut pada hari-hari berikutnya.
***
Pagi ini kuberjalan bersama deru angin. Angin yang membelai terasa sejuk. Kesejukan itu terasa aneh ketika berhenti di salah satu bagian tubuhku. Kurasakan sedikit air bersarang di sana. Sesampainya di rumah kudapati cairan berwarna kuning tanpa bau.
Hari-hari terus kurasakan ketaknyamanan itu. Kulangkahkan diri kembali ke tempat itu, ruangan itu. Kembali kudapati pertanyaan demi pertanyaan. Satu per satu ku jawab. Tidak sering sebuah pertanyaan konfimasi cukup tegas muncul. Bagian itu dironsen. Didapati diagnosa. Akhirnya, sebuah wejangan muncul sembari selembar kertas yang harus segera kutebus.
***
Hidup tidak melulu tentang sepertinya. Tidak semua keberuntungan berasal dari sepertinya. Yang dirasa nyaman dengan dukungan sepertinya, ternyata berdampak besar di waktu selanjutnya. Apabila ingin memastikan hendaknya bertanyalah atau belajarlah. Membacalah dan pahamilah. Dengarkanlah dan mengertilah. Simaklah dan pahamilah. Terkesan sederhana tapi kerugian dan kerumitan muncul bertumpuk. Berhati-hatilah.
Komentar
Posting Komentar