Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

5 Kebiasaan yang Perlu Dihindari untuk Memetik Mimpi

 
Pernahkah kamu menyalahkan diri atas keadaan yang sekarang ini kau hadapi karena kesalahan sebelumnya? Mungkin beberapa di antara kita mengalaminya, termasuk saya. Keadaan ini barangkali muncul ketika pikiran sedang kosong, kegiatan dirasa tidak menyenangkan, atau hal lain yang mengerucutkan pikiran untuk menghakimi diri secara berlebih.
 
Pada tulisan kali ini, saya akan membahas kebiasaan yang membelenggu jiwa saya yang kebetulan saya rasakan dan perlu untuk dihindari agar mimpi dapat dipetik. Lima kebiasaan tersebut saya renungkan pagi ini seusai saya terbangun dari tidur yang nyenyak, tetapi tiba-tiba kembali dihantui oleh rasa bersalah. Rasanya ingin segera mengakhiri belenggu ketidaknyamanan dari hati ini, tetapi selalu ada sesuatu yang menahan saya untuk melakukannya. Sesuatu tersebut mengatakan bahwa saya tak perlu terburu-buru terbangun dan melangkahkan tindakan. Saya merasa terhipnotis dengan zona nyaman yang diberikan oleh keadaan.
 
Saya mencari buku harian saya yang jumlahnya tidak hanya satu, melainkan beberapa dan tersebar di beberapa buku dan lembaran-lembaran kertas yang tempatnya tidak berdekatan. Saya pungut salah satu buku harian tersebut, saya baca sejenak, lalu saya dapati beberapa simpulan. Dari beberapa simpulan tersebut sebenarnya saya ingin tertawa, menertawakan diri saya. Namun, di sisi lain saya juga merasa prihatin. Banyak tembok yang telah saya bangun, tetapi belum satupun yang berujung pada puncak atau bagian teratas. Rata-rata pengerjaan bangunan tersebut terkendala di tengah jalan. 

Hambatan untuk sampai di puncak tersebut di antaranya disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak disadari. Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang memang semakin menguat dan mengakar. Akan tetapi, perlu kita bedakan apakah kebiasaan yang kita jalani termasuk pada kebiasaan baik atau justru malah kebiasan yang ujungnya menjerumuskan diri.

Bisakah kita berkompromi dengan waktu? Bukankah waktu selalu berjalan tanpa jeda? 

Banyak hal yang telah saya lalui dan sebenarnya bisa saya pilah hal-hal yang perlu dibenahi, di antaranya kebiasaan buruk. Baiklah, kita telah sampai pada uraian dari judul yang saya tulis mengenai 5 kebiasaan yang perlu dihindari.
 
Pertama, tidak konsisten. Saya yakin setiap orang mempunyai mimpi, tetapi tidak semua dapat mengeksekusi mimpinya dengan baik. Ada yang gigih dan sabar dalam memperjuangkan mimpinya, ada yang berhenti di tengah jalan, ada pula yang semangat hanya di awal dan lupa untuk melanjutkannya. Dari beberapa tulisan yang termuat pada buku harian saya, tujuan itu ada, mimpi itu jelas, konsep untuk mewujudkannya juga jelas. Akan tetapi, menjadi tidak jelas dan tidak nyata ketika pada penerapan tujuannya tidak dilakukan secara berulang atau konsisten. Bisa dikatakan bahwa selalu ada usaha yang tidak konsisten.

Kedua, mengingat masa lalu. Berbicara mengenai masa lalu mungkin banyak dari kita yang menariknya perihal percintaan. Ya, bagian tersebut juga berpengaruh besar terhadap tindakan saya, tetapi pada tulisan ini saya ingin menyoroti pada bagian lain. Banyak orang berkata bahwa guru terbaik adalah pengalaman. Nampaknya saya juga setuju dengan perkataan tersebut. Kita bisa tumbuh dan berkembang dari pengalaman. Namun, bagaimana pengalaman tersebut dapat difungsikan jika bayangan kita tetap tertuju pada masa lalu? Istilah kerennya adalah sulit move on. Kejadian-kejadian buruk yang kita alami sebelumnya terus kita buka dan ditutup dengan penghakiman terhadap diri. Seharusnya aku... selalu seperti itu. Menyalahkan diri tiada henti atas perbuatan yang telah terjadi tidak sedikit pun memberi solusi pada masa depan. Bukannya bergerak maju, tetapi malah tetap fokus pada masa lalu. 
 
Ketiga, iri. Satu kata yang bisa menembus relung jiwa hingga berdampak pada mental dan keinginan. Iri sebenarnya diperbolehkan jika dengan iri dapat semakin melecutkan tindakan kita ke arah yang lebih baik. Namun, akan berbeda jika memelihara iri tanpa melakukan tindakan. Iri dengan keberhasilan orang lain, iri dengan pencapaian orang lain, iri dengan hal-hal yang dimiliki orang lain yang tidak kita miliki. Di era sosial media yang semakin luas tanpa batas, kita disuguhkan dengan gambar-gambar yang kita lihat sempurna. Kita lupa menyoroti usaha mereka di balik layar. Semakin melihat banyak pencapaian yang diraih orang lain, rasa iri semakin menggunung.
 
Keempat, beralasan. Ketika ingin mengerjakan sesuatu yang dituju, kita melarikannya pada kegiatan lain yang lebih mudah yang lebih membuat kita tenang padahal hal tersebut hanyalah penundaan dalam mewujudkan mimpi kita. Laptop telah dihidupkan, tetapi tangan terfokus pada HP hingga laptop tidak menampakkan cahanya alias kita telah menganggurkan hal yang seharusnya kita lakukan. Kita, atau lebih khususnya saya, sering melakukan hal-hal tersebut karena saya rasa masih banyak waktu untuk melakukan itu hingga tiba pada keadaan terjepit yang mau tidak mau saya harus mengerjakannya dan hasilnya adalah... jauh dari kata sempurna. Alasan membuat mimpi semakin berjarak. 
 
Kelima, mengeluh. Apa yang kita peroleh dari mengeluh? Saya heran, mengapa melakukan hal tersebut padahal jelas-jelas saya tahu bahwa mengeluh tak akan mendatangkan hasil. Saya melakukannya untuk membagikan belenggu yang menjerat hati saya dan ingin mendapat dorongan semangat dari orang lain, tetapi lagi-lagi keputusan terakhir ada pada pilihan saya. Seorang motivator berkata bahwa mengeluh adalah tanda ketidakikhlasan hati untuk melakukan sesuatu. Lantas saya bertanya pada diri saya apakah benar saya tidak ikhlas melakukannya? Saya dapati jawaban saya adalah sinonim dari kata tidak. Inilah yang perlu diperhatikan. Bagaimana bisa memanen padi kalau saya menanam rumput? Keluhan membuat diri semakin menjauh dari kenyataan.

Baik, kiranya lima kebiasaan tersebut perlu kita hindari, khususnya untuk saya pribadi karena mungkin masing-masing orang mempunyai alasan yang berbeda dalam kendala mewujudkan mimpi-mimpinya. Barangkali ada kesamaan kebiasaan tersebut dengan yang sedang kamu alami saat ini. Tidak mengapa, selagi masih bisa, selagi kita masih dapat berpikir, bertindak, dan menghirup aroma bunga, aroma makanan, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiknya. Mari kita bergandeng tangan berteriak NO! pada kebiasaan buruk, dan berteriak YES! pada kebiadaan baik yang kita mulai perlahan, tetapi pasti. Mari kita persiapkan, mari kita rencanakan, mari kita lakukan, dan mari kita memetik mimpi-mimpi terbaik kita. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Sampai jumpa pada tulisan berikutnya. Keep spirit!
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...