Terbangun dan menyapa hati di di pagi buta. Menghirup napas dan mengembuskannya perlahan. Adakah sesuatu telah mengoyaknya atau mungkin sedang memperbaikinya.
Penyesalan adalah hal buruk yang setiap orang tidak menginginkannya. Akan tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa penyelesan bisa memberi ruang untuk berhenti sejenak melihat arah dan menyusun kekuatan? Itu hanya terjadi jika kita benar-benar bertekad.
Telah banyak hari terlalui dengan sayatan-sayatan tipis yang semakin lama menjadi borok yang tak tersembuhkan karena tidak pernah menganggap bahwa masalah tersebut benar-benar serius. Aku heran. Bisa-bisanya sesuatu dibiarkan begitu lama dengan koyak kengiluan yang terus menyebar pada dada mematungkan fisik dan jiwa?
Kita tak pernah benar-benar tahu mana yang terbaik untuk kita. Ekspektasi tinggi selalu menerbangkan angan dan menjatuhkannya perlahan karena eksekusi yang tak benar hingga menghanguskan ladang harapan. Namun, perlu disadari ketika kita telah menetapkan ekspektasi tinggi tersebut, sebandingkah dengan pengorbanan kita, kerja keras kita, usaha kita, doa kita, ikhtiar kita, hingga konsistensi kita?
Aku merasa tertembak panahku sendiri. Panah yang akan kulesatkan ke udara hingga menembus awan-gemawan ternyata menancap pada dada sendiri karena terbalik menggunakannya.
Aku ingin memanah lagi. Dari sembilan ratus sembilan puluh sembilan anak panah yang kulepaskan tak satupun mampu mencapai awan. Akan tetapi, masih tertinggal satu anak panah. Kali ini, dapatkah aku melesatkannya dengan benar?
Komentar
Posting Komentar