Hari ini saya ingin berbicara mengenai impian. Pernahkah kamu berpikir bahwa impian yang sedang kamu upayakan suatu saat akan terwujud? Menurut hemat saya, kita memiliki impian saja sudah merupakan awal yang baik. Impian menjadi salah satu penyemangat kita, menjadi semacam pengingat bahwa kita perlu mengupayakan sesuatu yang membuat kita bahagia, puas, dan semakin bersyukur. Akan tetapi, cukupkah kita hanya memiliki impian atau bermimpi saja?
Mungkin kamu dan saya juga, ingin bermimpi saja dan tiba-tiba mimpi itu terwujud. Tanpa usaha, tanpa kerja keras, tinggal leha-leha dan kipas-kipas. Adakah yang memiliki pikiran sama dengan saya? Saya tahu hukum alam bahwa apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Lantas, apabila saya hanya menunggu dan menunggu impian itu terwujud tanpa bertindak bahkan berniat mengeksekusinya, apakah saya layak mendapatkan perkatan, impossible?
Semakin hari, semakin berkurang jatah kita untuk tinggal di bumi. Adakah kiranya kita telah berbuat banyak hal termasuk mewujudkan mimpi kita? Saya tahu dan paham betul bahwa tiada kesuksesan tanpa merasai kesakitan dan sekaranglah saya sedang merasa sakit.
Sakit yang dimaksud bukan pada sakit atas kerja keras dan upaya dalam merangkak berdarah-darah untuk mewujudkan mimpi, tetapi sakit ini adalah sakit ketika saya membiarkan diri saya hanya diam dan merasa cukup atas apa yang saya dapatkan ini. Mengapa bisa demikian?
Ya, kita memang wajib bersyukur atas apa yang Allah beri pada kita. Akan tetapi, mengapa kita tidak melakukan hal luar biasa untuk meningkatkan kualitas diri kita? Bukankah bakat tidak datang dengan tiba-tiba tanpa diimbangi dengan usaha dan kerja keras? Saya sangat sedih ketika mengumpulkan mimpi-mimpi saya tanpa saya bergerak dengan keras dan sungguh-sungguh berusaha untuk menggapainya. Mengapa saya katakan demikian?
Saya memang sudah mencoba untuk berusaha, tetapi sering terkendala yang usaha tersebut belum sampai setengahnya. Banyak hal yang melatarbelakanginya, di antaranya: saya menghakimi diri bahwa saya tidak akan bisa, orang lain lebih baik daripada saya, orang lain lebih mudah menggapai mimpinya, saya lebih baik mundur saja. Itulah beberapa pikiran negatif saya yang saya akui payah. Banyaknya pikiran buruk tersebut membuat saya menarik simpulan bahwa butuh seribu kali kegagalan untuk mendapatkan satu kemenangan. Setujukah kamu dengan pernyataan itu?
Lain kali saya akan membagikan cerita saya mengenai apa yang telah saya lewatkan dan dapatkan dengan usaha yang tidak seberapa ini serta bagaimana langkah saya selanjutnya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Akankah saya akan berhenti, bangkit, atau melejit? Nantikan pada cerita saya berikutnya. Terima kasih untuk kamu yang telah membaca cerita sederhana ini. Semoga kamu selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Salam dari Risaye!
Komentar
Posting Komentar