Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Seribu Kegagalan untuk Satu Kemenangan #CeritaRisaye1

 

Hari ini saya ingin berbicara mengenai impian. Pernahkah kamu berpikir bahwa impian yang sedang kamu upayakan suatu saat akan terwujud? Menurut hemat saya, kita memiliki impian saja sudah merupakan awal yang baik. Impian menjadi salah satu penyemangat kita, menjadi semacam pengingat bahwa kita perlu mengupayakan sesuatu yang membuat kita bahagia, puas, dan semakin bersyukur. Akan tetapi, cukupkah kita hanya memiliki impian atau bermimpi saja?

Mungkin kamu dan saya juga, ingin bermimpi saja dan tiba-tiba mimpi itu terwujud. Tanpa usaha, tanpa kerja keras, tinggal leha-leha dan kipas-kipas. Adakah yang memiliki pikiran sama dengan saya? Saya tahu hukum alam bahwa apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Lantas, apabila saya hanya menunggu dan menunggu impian itu terwujud tanpa bertindak bahkan berniat mengeksekusinya, apakah saya layak mendapatkan perkatan, impossible?

Semakin hari, semakin berkurang jatah kita untuk tinggal di bumi. Adakah kiranya kita telah berbuat banyak hal termasuk mewujudkan mimpi kita? Saya tahu dan paham betul bahwa tiada kesuksesan tanpa merasai kesakitan dan sekaranglah saya sedang merasa sakit.

Sakit yang dimaksud bukan pada sakit atas kerja keras dan upaya dalam merangkak berdarah-darah untuk mewujudkan mimpi, tetapi sakit ini adalah sakit ketika saya membiarkan diri saya hanya diam dan merasa cukup atas apa yang saya dapatkan ini. Mengapa bisa demikian?

Ya, kita memang wajib bersyukur atas apa yang Allah beri pada kita. Akan tetapi, mengapa kita tidak melakukan hal luar biasa untuk meningkatkan kualitas diri kita? Bukankah bakat tidak datang dengan tiba-tiba tanpa diimbangi dengan usaha dan kerja keras? Saya sangat sedih ketika mengumpulkan mimpi-mimpi saya tanpa saya bergerak dengan keras dan sungguh-sungguh berusaha untuk menggapainya. Mengapa saya katakan demikian?

Saya memang sudah mencoba untuk berusaha, tetapi sering terkendala yang usaha tersebut belum sampai setengahnya. Banyak hal yang melatarbelakanginya, di antaranya: saya menghakimi diri bahwa saya tidak akan bisa, orang lain lebih baik daripada saya, orang lain lebih mudah menggapai mimpinya, saya lebih baik mundur saja. Itulah beberapa pikiran negatif saya yang saya akui payah. Banyaknya pikiran buruk tersebut membuat saya menarik simpulan bahwa butuh seribu kali kegagalan untuk mendapatkan satu kemenangan. Setujukah kamu dengan pernyataan itu?

Lain kali saya akan membagikan cerita saya mengenai apa yang telah saya lewatkan dan dapatkan dengan usaha yang tidak seberapa ini serta bagaimana langkah saya selanjutnya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Akankah saya akan berhenti, bangkit, atau melejit? Nantikan pada cerita saya berikutnya. Terima kasih untuk kamu yang telah membaca cerita sederhana ini. Semoga kamu selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Salam dari Risaye!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...