Hari ini, Senin, 1 Januari 2021 merupakan tahun yang menantang. Betapa tidak, kita masih berada pada situasi prihatin dengan adanya pandemi yang sedang menjangkit di seluruh tempat dan lapisan. Tua muda kaya miskin semua sama, berpotensi terkena virus ini. Lantas, bagaimana cara kita menyambut tahun baru dengan bijak?
Pengalaman adalah guru terbaik. Berkali kita jatuh di saat
itu kita mendapat pelajaran. Semakin banyak menerima pelajaran semakin paham
dan sadar akan tindakan, bagi orang yang benar-benar belajar. Covid-19 telah
mengajarkan banyak hal di kehidupan kita bahwa sebagai manusia kita adalah
mahkluk yang sangat kecil di hadapan-Nya. Kita perlu berbenah, baik dalam
kekhusyukan kita beribadah dan mendekat pada-Nya maupun memperlakukan sesama
dan keadaan dengan baik sesuai perintah-Nya.
Mungkin, kemarin kita terlalu sombong. Merasa diri paling
hebat, merasa akan terus bahagia dan dapat melakukan apapun yang kita mau. Mungkin
pula, kita terlalu pesimis. Memasrahkan apapun yang tidak bisa kita lakukan
tanpa berupaya untuk mewujudkannya. Lantas, mana yang lebih baik?
Hidup ini adalah sebuah roda. Kadang kita di atas, kadang
juga di bawah, bergantung bagaimana kita dapat menyikapi dan mensyukurinya. Kali
ini kita dihadapkan pada situasi pandemi yang menuntut kita untuk mengubah
kebiasaan baru. Kebiasaan untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun dan kapanpun.
Kebiasaan yang mengajarkan kita untuk semakin memanusiakan manusia. Kebiasaan
untuk berpikir kritis, kreatif, dan fleksibel. Kita perlu menghindari sikap
egois, kita perlu bertukar pikiran, berembug, dan saling membantu untuk kemaslahatan
bersama. Dan semua itu tentunya diawali dari diri sendiri.
Selain menyoroti perihal Covid-19, kita perlu menengok ke
belakang, ke tahun 2020. Telahkah kita
melalui hari-hari kita dengan baik? Berapa persen tingkat kepuasan kita terhadapnya?
Lebih banyak mana ketercapaian dengan ketidaktercapaian? Sudahkah kita membantu
sesama? Sudah pulakah kita menerima diri dengan baik? Berapa banyak rasa bersalah
yang kita tanggung? Beberapa pertanyaan tersebut barangkali dapat melecutkan
semangat kita untuk lebih berkualitas dalam menyongsong tahun baru ini.
Mari berbenah, mari menjaga, mari berjuang. Tiada
peningkatan tanpa perbaikan. Tiada peribahan tanpa tindakan. Semoga di tahun
baru 2021 ini kita semua menjadi pribadi yang semakin unggul, yang tidak cepat loyo,
yang tidak cepat mengeluh, yang tidak mudah patah semangat, yang konsisten,
yang semakin disiplin, yang semakin sadar dan memaknai kehidupan dengan lebih
baik, serta yang dapat memberikan kontribusi nyata, minimal bagi diri dan
sekitar. Semoga kita selalu dalam lindungan dan rida-Nya. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar