Langsung ke konten utama

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...

Behani 2020, Kejutkan 2021

Hari ini, Senin, 1 Januari 2021 merupakan tahun yang menantang. Betapa tidak, kita masih berada pada situasi prihatin dengan adanya pandemi yang sedang menjangkit di seluruh tempat dan lapisan. Tua muda kaya miskin semua sama, berpotensi terkena virus ini. Lantas, bagaimana cara kita menyambut tahun baru dengan bijak?

Pengalaman adalah guru terbaik. Berkali kita jatuh di saat itu kita mendapat pelajaran. Semakin banyak menerima pelajaran semakin paham dan sadar akan tindakan, bagi orang yang benar-benar belajar. Covid-19 telah mengajarkan banyak hal di kehidupan kita bahwa sebagai manusia kita adalah mahkluk yang sangat kecil di hadapan-Nya. Kita perlu berbenah, baik dalam kekhusyukan kita beribadah dan mendekat pada-Nya maupun memperlakukan sesama dan keadaan dengan baik sesuai perintah-Nya.

Mungkin, kemarin kita terlalu sombong. Merasa diri paling hebat, merasa akan terus bahagia dan dapat melakukan apapun yang kita mau. Mungkin pula, kita terlalu pesimis. Memasrahkan apapun yang tidak bisa kita lakukan tanpa berupaya untuk mewujudkannya. Lantas, mana yang lebih baik?

Hidup ini adalah sebuah roda. Kadang kita di atas, kadang juga di bawah, bergantung bagaimana kita dapat menyikapi dan mensyukurinya. Kali ini kita dihadapkan pada situasi pandemi yang menuntut kita untuk mengubah kebiasaan baru. Kebiasaan untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun dan kapanpun. Kebiasaan yang mengajarkan kita untuk semakin memanusiakan manusia. Kebiasaan untuk berpikir kritis, kreatif, dan fleksibel. Kita perlu menghindari sikap egois, kita perlu bertukar pikiran, berembug, dan saling membantu untuk kemaslahatan bersama. Dan semua itu tentunya diawali dari diri sendiri.

Selain menyoroti perihal Covid-19, kita perlu menengok ke belakang, ke tahun 2020. Telahkah kita  melalui hari-hari kita dengan baik? Berapa persen tingkat kepuasan kita terhadapnya? Lebih banyak mana ketercapaian dengan ketidaktercapaian? Sudahkah kita membantu sesama? Sudah pulakah kita menerima diri dengan baik? Berapa banyak rasa bersalah yang kita tanggung? Beberapa pertanyaan tersebut barangkali dapat melecutkan semangat kita untuk lebih berkualitas dalam menyongsong tahun baru ini.

Mari berbenah, mari menjaga, mari berjuang. Tiada peningkatan tanpa perbaikan. Tiada peribahan tanpa tindakan. Semoga di tahun baru 2021 ini kita semua menjadi pribadi yang semakin unggul, yang tidak cepat loyo, yang tidak cepat mengeluh, yang tidak mudah patah semangat, yang konsisten, yang semakin disiplin, yang semakin sadar dan memaknai kehidupan dengan lebih baik, serta yang dapat memberikan kontribusi nyata, minimal bagi diri dan sekitar. Semoga kita selalu dalam lindungan dan rida-Nya. Aamiin.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Novel "Robert Anak Surapati"

Bagaimana rasanya apabila Anda berada dalam kondisi membingungkan ketika harus memilih satu di antara dua pilihan negara yang menjadi asal dari orangtua Anda? Pilihan ini sangat berarti bagi salah satu negara untuk melanjutkan misinya. Di sinilah letak putusan dan kebijaksanaan diambil. Terombang-ambing dalam kebimbangan penuh luka mewarnai sebuah cerita berjudul Robert Anak Surapati. Dilahirkan dari ibu berkenegaraan Belanda dan ayah dari Indonesia. Selamat membaca! Semoga bermanfaat! sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtuOT1GARbrkUv-0wGtnLiBXoq8xnr-lfa2OLSj_d9ECQEhbaCtf3mMY4XlupTFhyQ6WdrMVJMlwokcWOlvx9qwz0miJmcjrNyLUz2Ftcml1x0BqSGVc7JlpvF-9LBNkgOLWr4I19t33R1/s1600/robert+imbas.jpg Dikisahkan suatu ketika seorang perempuan merasai kesakitan atas kondisi yang dialaminya. Membawa anak nan masih kecil di sebuah kapal yang akan menuju Negeri Kincir Angin. Tak kuasa menahan sakit dan derita, segeralah disampaikan suatu amanah pada dua oran...

Resensi Novel "Punakawan Menggugat"

  Resensi ini terdiri dari empat bagian berupa orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman. Orientasi Judul                : Punakawan Menggugat Penulis              : Ardian Kresna Penerbit            : DIVA Press Tebal Buku       : 366 halaman Tahun terbit      : 2012 Ulasan ini membahas tentang hakikat seorang pemimpin yang dituangkan ke dalam kisah para tokoh Pandhawa dan Kurawa. Para pemimpin terlena pada kemegahan dunia sehingga melalaikan tugas terhadap rakyatnya. Empat punakawan/abdi (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) turut mewarnai setiap tindakan para tokoh dan tiga dari mereka menginginkan kedudukan. Disertai kisah cinta yang mengharukan, terbalut rapi dalam novel berjudul “Punakawan Menggugat”.  Tafsiran  ...

Rangkuman Novel "Relung-relung Gelap Hati Sisi"

Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi.             Seorang ...