Sekilas, dapat ditarik bahwa dari judul yang dihadirkan akan ditemui karakter berbeda dalam diri seseorang. Setiap orang memiliki rahasia di balik karakter yang terlihat. Salah satu ketertarikan saya memilih novel tersebut sebagai bacaan karena tidak sengaja menonton televisi dengan tayangan sosok inspiratif yang berprofesi sebagai dokter, tetapi memiliki segudang karya kepenulisan cerita fiksi, yaitu novel. Beliau adalah Mira W. Novel berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi yang saya baca ini diterbitkan pada tahun 2009 dengan 275 halaman yang saya beli di Pasar Buku Wilis, Malang pada bulan-bulan akhir di tahun 2015. Saya menemukan buku catatan saya yang berisi rangkaian ringkasan buku dan rasanya sayang jika tidak diabadikan di blog saya. Setiap karangan memiliki nyawa, menimbulkan emosi, rasa penasaran beserta jawabannya. Inilah sekilas rangkuman novel karya Mira W. dengan judul Relung-relung Gelap Hati Sisi. Seorang ...
Lama tidak menulis, senang rasanya dapat menulis kembali. Ketika ingatan tak mampu bercerita sepenuhnya, bolehlah kita menuliskannya. Pada postingan kali ini saya menuliskan sebuah ringkasan dari drama yang baru saja selesai saya tonton. Semoga bermanfaat! Selamat membaca!
Terius Behind Me
Dramakorea
Seorang
Badan Intelijen Negara (BIN) bernama Terius, menjadi buron! Ia dituduh sebagai
pengkhianat negara oleh Kepala Kwon ketika menangani kasus Opersi Candy.
Kekasihnya terbunuh saat menjalankan operasi tersebut. Selanjutnya, untuk dapat
menghindar dari kejaran anggota BIN, Terius menyamar sebagai Kim Bon dan
tinggal di sebuah apartemen bernama King Castle.
Moon
Sung Soo, seorang Kepala Keamanan Nasional tiba-tiba ditemukan tewas. Dikatakan
hal tersebut terjadi lantaran ia terkena serangan jantung. Akan tetapi,
beberapa pihak tidak memercayai alasan tersebut dan berusaha membongkar fakta
yang ada. Sebelumnya, ia tidak menyetujui pembelian pesawat jet tempur. Di sisi
lain, tepat di hari yang sama, seorang lelaki dua anak juga tewas terbunuh. Ia
adalah saksi pembunuhan terhadap Kepala Keamanan Nasional. Sewaktu ia melarikan
diri karena tak sengaja melihat kejadian tersebut, tiba-tiba ia ditemukan tewas
tepat di depan pintu apartemennya.
Go
Ae Rin merasa terpukul atas kematian suaminya yang dinyatakan tewas karena
serangan jantung. Ia harus membesarkan sendiri kedua buah hatinya yang masih
kecil bernama Joon Hee dan Joon Soo. Terius yang menyadari dua kasus janggal
tersebut segera menyelidikinya. Ia kemudian menjadi pengasuh 2 anak Go Ae Rin.
Ji
Yong Tae adalah kepala dari perusahaan tas ilegal bernama J Internasional. Ia
mengangkat Ae Rin sebagai sekretaris untuk memastikan tentang suami Ae Rin yang
meninggal. Di tempat kerja, Ae Rin menemukan kejanggalan dan terungkaplah bahwa
setiap tas yang dijual selalu memiliki kode berbeda. Tas tersebut digunakan
untuk menyuap para pejabat dan kode di dalamnya sebagai kata sandi untuk
mengambil uang dalam brangkas.
Yoo
Ji Yeon , agen BIN yang menguak kejanggalan pembunuhan Kepala Keamanan Nasional
menggunakan Operasi King’s Bag atas persetujuan Direktur Shim berhasil
menunjukkan bukti terkait kasus suap dalam perusahaan J Internasional.
Selanjutnya, secara mendadak, dilakukan pembersihan terhadap perusahaan
tersebut untuk meninggalkan bukti dan mencari Ji Yong Tae untuk dibunuh.
Menteri
Kesehatan adalah sasaran utama untuk dibunuh oleh para terorisme. Hal tersebut
karena sang menteri menolak pembelian vaksin yang ditawarkan oleh suatu
perusahaan. Di saat sang menteri menyampaikan pidatonya di sebuah aula sekolah,
Terius, Yoo Ji Yeon, dan Ra Do Woo, serta Ae Rin berbagi tugas untuk
menggagalkan misi para teroris. Masalahpun dapat tertangani. Selanjutnya, negara
mulai mengimpor vaksin tersebut.
Kapten
Kwon berhasil mengangkap Go Ae Rin pada episode 22 sebagai umpan untuk
penukaran tawanan. Teriuspun ditawan. Ketika Terius akan dipindahkan ke ruang
R3, di tengah perjalanan mobil meledak. Semua orang mengira Terius telah mati.
Joon-Joon
beserta Ae Rin pergi ke pulau Jeju untuk menemui kakek dan neneknya. Sebuah
laut biru muda terhampar luas memenuhi keindahan pulau. Tiba-tiba Terius datang
menemui Ae Rin. Ia selamat. Sewaktu mobil akan meledak, ia berhasil keluar
dengan dibantu sopir yang tidak lain adalah anak buah Kepala Kwon.
Kepala
Sekretaris Presiden adalah dalang di balik semua kejahatan. Hal tersebut
diketahui ketika Ji Yong Tae menyamar bekerja pada seseorang yang hanya ia
ketahui melalui suaranya. Akhirnya mereka dipertemukan di saat itu.
Kepala
King Castle Information System (KIS) menemukan sebuah flashdisk di dalam
rumahnya. Flashdisk tersebut berisi rekaman pembunuhan terhadap Kepala Keamanan
Nasional. Ia kemudian menemui Ae Rin, tetapi di tengah perjalanan ia dibuat
pingsan oleh seseorang dan flashdisk tersebut diambil.
Ae
Rin melamar sebagai asisten rumah tangga di rumah Kepala Sekretaris Presiden
untuk mendapatkan informasi dan bukti. Ia berhasil menempelkan benda berupa
CCTV pada mesin pembersih debu dan tertemuilah letak brankas milik sang tuan
rumah yang terdapat di lantai 2.
Ra
Doo Wo berkerja keras untuk mampu menemukan cara membuka brankas. Ae Rin
memutuskan sambungan WiFi dalam rumah dan Terius datang untuk membetulkan WiFi.
Terius berhasil masuk ke lantai 2 dan mengambil flashdisk serta dokumen. Ketika
Terius keluar dari rumah tersebut, ia dihadang oleh Si Pembunuh, tetapi
untungnya ia berhasil diselamatkan oleh Kepala Kwon dengan menembak kaki Si Pembunuh
tersebut. Di sisi lain, Ae Rin berhasil mengamankan flashdisk dan dokumen
penting yang berhasil didapatkan oleh Terius.
Si
Pembunuh Bayaran diminta atasannya untuk meninggalkan Korea. Di tengah
perjalanan ia dihadang oleh ibu-ibu dari organisasi KIS karena dahulu ia pernah
menculik Joon-Joon anak dari Ae Rin. Ibu-ibu perkumpulan tersebut memiliki
jaringan yang luas sehingga mereka dapat dengan mudah menangkap si penculik
anak tersebut. Namun, sewaktu Si Pembunuh akan diinterogasi, ia berhasil kabur.
Ae Rin
menyerahkan dua data penting tersebut pada Yoo Ji Yeon. Yoo Ji Yeon kemudian
segera mendatangi Direktur Shim untuk menyerahkan kedua barang tersebut, tetapi
ketika terjadi pembicaraan, ia urung dan segera pergi meninggalkan tempat
pertemuan. Di tengah jalan sewaktu menyeberang, ia ditabrak mobil. Masuklah ia
ke rumah sakit. Dokumen aman karena masih disimpan Terius dan selanjutnya ia
serahkan kepada Kepala Kwon.
Direktur
Shim dan Kepala Sekretaris Presiden mencoba kabur. Ketika mereka hampir
tertangkap oleh Terius, Direktur Shim menodongkan pistolnya kepada teman di
sebelahnya. Selanjutnya, mereka tetap tertangkap.
Ae
Rin kini bekerja sebagai anggota BIN diangkat oleh Kepala Kwon karena
keberaniannya. Toko tas King’s Bag tetap buka dan dipakai sebagai kantor
rahasia setiap ada operasi darurat.
Terius
pergi ke luar negeri untuk menuntaskan sebuah misi. Si pembunuh berjalan menuju
anak tangga hingga tiba di atas gedung. Ia mengarahkan pistol besarnya ke
seorang pejabat tinggi yang sedang bersalaman dengan pejabat lain. Ketika
objeknya telah tepat dan ia akan menarik jari telunjuknya ke belakang, suara
dari benda kecil di telinganya memberitahukan bahwa ia akan ditembak. Tepat
detik seusai ia mendengarkan suara tersebut, Terius dari gedung di depannya telah
meluncurkan peluru dan mengenai dengan tepat pada dahi Si Pembunuh. Misi
berhasil.
Terius
kembali ke negaranya dan ia diberi hadiah atas kerja kerasnya. Dua tiket
pesawat untuk berlibur ke New York bersama Ae Rin dan minum mojito di tingkat
menara. Hal yang ingin ia wujudkan bersama kekasihnya yang kini telah tiada. Ae
Rin merasa gugup, Terius mengatakan, “Tenang, Terius ada di belakangmu.”
Terkembanglah senyum di antara keduanya.
Komentar
Posting Komentar